TUGAS PENGANTAR AKUNTANSI II “RINGKASAN MATERI LAPORAN ARUS KAS BESERTA CONTOH DAN PENYELESAIANNYA” Dosen Pembimbing: Frenky Leonard, S.E., M.Si., Ak. Disusun oleh: EFFENDI SASTRA (110405073) FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI D-III KEUANGAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA (UNPRI) 2012

TUGAS

PENGANTAR AKUNTANSI II

 

“RINGKASAN MATERI LAPORAN ARUS KAS BESERTA CONTOH DAN PENYELESAIANNYA”

 

Dosen Pembimbing:

Frenky Leonard, S.E., M.Si., Ak.

Disusun oleh:

EFFENDI SASTRA (110405073)

 

 

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDI D-III KEUANGAN

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA (UNPRI)

2012

DAFTAR ISI

 

 

A.  PENDAHULUAN.. 2

1.   Tujuan. 2

2.   Ruang Lingkup. 2

3.   Kegunaan Informasi Arus Kas. 3

4.   Definisi 3

5.   Kas dan Setara Kas. 4

B.  PENJELASAN.. 4

1.   Penyajian Laporan Arus Kas. 4

2.   Aktivitas Operasi 5

3.   Aktivitas Investasi 6

4.   Aktivitas Pendanaan. 7

5.   Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi 7

6.   Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi dan Pendanaan. 8

i.    Pelaporan Arus Kas atas Dasar Arus Kas Bersih. 9

7.   Arus Kas dalam Mata Uang Asing. 9

8.   Bunga dan Dividen. 10

9.   Pajak Penghasilan. 11

10. Investasi pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi, dan Ventura Bersama. 11

11. Perubahan Kepemilikan dalam Entitas Anak dan Unit Bisnis lainnya. 12

12. Transaksi Nonkas. 12

13. Komponen Kas dan Setara kas. 13

14. Pengungkapan Lainnya. 13

C.  CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN LAPORAN ARUS KAS. 15

1.   Soal 1. 15

2.   Soal 2. 18

A.     PENDAHULUAN

1.         Tujuan

Informasi tentang arus kas suatu entitas berguna bagi para pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas  serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.

Tujuan Pernyataan ini adalah memberikan pengaturan atas informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas dari suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifi kasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode.

2.         Ruang Lingkup

Entitas harus menyusun laporan arus kas sesuaipersyaratan dalam Pernyataan ini dan menyajikan laporantersebut sebagai bagian tidak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan.

Para pengguna laporan berkepentingan untuk mengetahuibagaimana entitas menghasilkan dan menggunakan kasdan setara kas. Hal tersebut bersifat umum dan tidak bergantung pada aktivitas entitas serta apakah kas dapat dipandang sebagai produk entitas, seperti yang berlaku di lembaga keuangan. Pada dasarnya, entitas sama meskipun terdapat perbedaan dalam aktivitas penghasilpendapatan utama (revenue-producing activities). Entitas membutuhkan kas untuk melaksanakan usaha, melunasi kewajiban,dan membagikan dividen (returns) kepada para investor. Oleh karena itu Pernyataan ini mewajibkan semua entitas menyajikanlaporan arus kas.

3.         Kegunaan Informasi Arus Kas

Jika digunakan dalam kaitannya dengan laporankeuangan lainnya, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna untuk mengevaluasi perubahan dalam aset bersih entitas, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka penyesuaian terhadap keadaan dan peluang yang berubah. Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan memungkinkan para pengguna mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang dari arus kas masa depan (future cash flows) dari berbagai entitas. Informasi tersebut juga meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai entitas karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama.

Informasi arus kas historis sering digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan. Di samping itu, informasi arus kas historis juga berguna untuk meneliti kecermatan dari taksiran arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya dan dalam menentukan hubungan antara profi tabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.

4.         Definisi

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini:

  1. 1.      Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits).
  2. 2.      Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifi kan.
  3. 3.      Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.
  4. 4.      Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan entitas (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.
  5. 5.      Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.
  6. 6.      Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

5.         Kas dan Setara Kas

Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan sebagai setara kas, suatu investasi harus segera dapat diubah menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan. Karenanya, suatu investasi pada umumnya memenuhi syarat sebagai setara kas hanya jika akan segera jatuh tempo dalam waktu, misalnya tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehannya. Investasi dalam bentuk saham tidak termasuk setara kas, kecuali substansi investasi saham tersebut adalah setara kas. Sebagai contoh, saham preferen yang dibeli dan akan segera jatuh tempo serta tanggal penebusan (redemption date) telah ditentukan.

Pinjaman bank pada umumnya termasuk aktivitas pendanaan. Namun demikian, cerukan (bank overdraft) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas. keadaan tersebut, cerukan termasuk komponen kas dan setara kas. Karakteristik dari pengaturan perbankan tersebut mengakibatkan saldo bank kadangkala berfl uktuasi dari saldo positif ke posisi penarikan berlebih (overdrawn).

Arus kas tidak mencakup mutasi di antara pos-pos yang termasuk dalam kas atau setara kas, karena komponen tersebut lebih merupakan bagian dari pengelolaan kas entitas dan bukan sebagai bagian dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

B.      PENJELASAN

1.         Penyajian Laporan Arus Kas

Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifi kasi menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Entitas menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara yang paling sesuai dengan bisnis entitas tersebut. Klasifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan entitas serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Informasi tersebut dapat juga digunakan untuk mengevaluasi hubungan di antara ketiga aktivitas tersebut.

Suatu transaksi tunggal dapat meliputi beberapa arus kas yang diklasifi kasikan ke dalam lebih dari satu aktivitas. Sebagai contoh, jika pelunasan pinjaman bank meliputi pokok pinjaman dan bunga, maka unsur bunga dapat diklasifi kasikan sebagai aktivitas operasi dan unsur pokok pinjaman diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

2.         Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator utama untuk menentukan apakah operasi entitas dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi entitas, membayar dividen, dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Informasi mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama dengan informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi masa depan.

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang mempengaruhi penetapan laba atau rugi bersih. Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi

adalah:

  1. 1.      penerimaan kas dari penjualan barang dan pemberian jasa;
  2. 2.      penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain;
  3. 3.      pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;
  4. 4.      pembayaran kas kepada dan untuk kepentingan karyawan;
  5. 5.      penerimaan dan pembayaran kas oleh entitas asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anuitas, dan manfaat polis lainnya;
  6. 6.      pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifi kasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi;
  7. 7.      penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan (dealing).

Beberapa transaksi, seperti penjualan peralatan pabrik, dapat menimbulkan keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laporan laba rugi. Arus kas yang terkait dengan transaksi semacam itu merupakan arus kas dari aktivitas investasi. Akan tetapi, pembayaran kas untuk pabrikasi atau memperoleh aset yang dimiliki untuk disewakan kepada pihak lain dan selanjutnya dimiliki untuk dijual adalah arus kas dari aktivitas operasi. Kas yang diterima dari sewa dan penjualan atas aset setelah periode sewa, diakui sebagai arus kas dari aktivitas operasi.

Entitas dapat memiliki surat berharga dan tagihan (securities and loans) untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan (dealing), yang dalam hal ini dapat dipersamakan dengan persediaan yang khusus dibeli untuk dijual kembali. Oleh karena itu, arus kas yang berasal dari pembelian dan penjualan dalam transaksi perdagangan atau perjanjian surat berharga tersebut diklasifi kasikan sebagai aktivitas operasi. Sama halnya dengan pemberian kredit oleh lembaga keuangan, pada umumnya diklasifi kasikan sebagai aktivitas operasi, karena berkaitan dengan aktivitas penghasil utama pendapatan lembaga keuangan tersebut.

3.         Aktivitas Investasi

Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan pengeluaran yang telah terjadi untuk sumber daya yang dimaksudkan menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah:

  1. 1.      pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidak berwujud, dan aset jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yang dibangun sendiri;
  2. 2.      penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, dan peralatan, serta aset tidak berwujud dan aset jangka panjang lain;
  3. 3.      pembayaran kas untuk membeli instrumen utang atau instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan dalam ventura bersama (selain pembayaran kas untuk instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan);
  4. 4.      kas yang diterima dari penjualan instrumen utang dan instrumen ekuitas entitas lain dan kepemilikan ventura bersama (selain penerimaan kas dari instrumen yang dianggap setara kas atau instrumen yang dimiliki untuk diperdagangkan atau diperjanjikan);
  5. 5.      uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  6. 6.      penerimaan kas dari pelunasan uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain (selain uang muka dan kredit yang diberikan oleh lembaga keuangan);
  7. 7.      pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifi kasikan sebagai aktivitas pendanaan; dan
  8. 8.      pembayaran kas dari futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan atau diperjanjikan, atau apabila pembayaran tersebut diklasifi kasikan sebagai aktivitas pendanaan.

Jika suatu kontrak dimaksudkan untuk lindung nilai (hedge) suatu posisi yang dapat diidentifi kasi, maka arus kas dari kontrak tersebut diklasifi kasikan dengan cara yang sama seperti arus kas dari posisi yang dilindung nilainya.

4.         Aktivitas Pendanaan

Pengungkapan terpisah arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan penting dilakukan karena berguna untuk memprediksi klaim atas arus kas masa depan oleh para penyedia modal entitas. Beberapa contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan adalah:

  1. 1.      penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya;
  2. 2.      pembayaran kas kepada pemilik untuk menarik atau menebus saham entitas;
  3. 3.      penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotek, dan pinjaman jangka pendek dan jangka panjang lainnya;
  4. 4.      pelunasan pinjaman;
  5. 5.      pembayaran kas oleh penyewa (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan (finance lease).

5.         Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Entitas melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut:

  1. 1.      metode langsung: dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan; atau
  2. 2.      metode tidak langsung: dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau akrual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Entitas dianjurkan untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan metode langsung. Metode ini menghasilkan informasi yang berguna dalam mengestimasi arus kas masa depan yang tidak dapat dihasilkan dengan metode tidak langsung. Dengan metode langsung, informasi mengenai kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto dapat diperoleh baik:

  1. 1.      dari catatan akuntansi entitas; atau
  2. 2.      dengan menyesuaikan penjualan, beban pokok penjualan, dan pos-pos lain dalam laporan laba rugi komprehensif untuk:
    1. a.      perubahan persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode berjalan;
    2. b.      pos bukan kas lainnya; dan
    3. c.       pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.

Dalam metode tidak langsung, arus kas bersih dari aktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba atau rugi bersih dari pengaruh:

  1. 1.      perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usaha selama periode berjalan;
  2. 2.      pos bukan kas seperti penyusutan, penyisihan, pajak ditangguhkan, keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum direalisasi, serta laba entitas asosiasi yang belum dibagikan; dan
  3. 3.      semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.

Sebagai alternatif, arus kas bersih dari aktivitas operasi dapat dilaporkan berdasarkan metode tidak langsung dengan menyajikan pendapatan dan beban yang diungkapkan dalam laporan laba rugi komprehensif serta perubahan dalam persediaan, piutang usaha, dan utang usaha selama periode.

6.         Pelaporan Arus Kas dari Aktivitas Investasi dan Pendanaan

Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas investasi dan pendanaan, kecuali apabila arus kas sebagaimana dijelaskan pada paragraf 22 dan 24 dilaporkan atas dasar arus kas bersih (net basis).

i.       Pelaporan Arus Kas atas Dasar Arus Kas Bersih

Arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan berikut ini dapat disajikan menurut arus kas bersih:

  1. 1.      penerimaan dan pengeluaran kas untuk kepentingan para pelanggan apabila arus kas tersebut lebih mencerminkan aktivitas pelanggan daripada aktivitas entitas; dan
  2. 2.      penerimaan dan pengeluaran kas untuk pos-pos dengan perputaran cepat, jumlah yang besar, dan dengan jangka waktu singkat (short maturity).

Beberapa contoh penerimaan dan pembayaran kas sebagaimana dijelaskan pada paragraf 22 (a) adalah:

  1. 1.      penerimaan dan pembayaran rekening giro;
  2. 2.      dana pelanggan yang dikelola oleh entitas investasi; dan
  3. 3.      sewa yang ditagih oleh pengelola untuk kepentingan dari, dan selanjutnya disetor kepada pemilik properti.

Beberapa contoh penerimaan dan pengeluaran kas sebagaimana dijelaskan pada paragraf di atas adalah pembayaran dan penerimaan untuk:

  1. 1.      jumlah pokok transaksi kartu kredit para nasabah;
  2. 2.      pembelian dan penjualan investasi; dan
  3. 3.      pinjaman jangka pendek lain sebagai contoh, pinjaman dengan jangka waktu jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan atau kurang.

Arus kas yang berasal dari aktivitas suatu lembaga keuangan berikut ini dapat dilaporkan dengan dasar arus kas bersih:

  1. 1.      penerimaan dan pembayaran kas sehubungan dengan penerimaan dan pembayaran kembali deposito berjangka dengan jatuh tempo yang tetap;
  2. 2.      penempatan dan penarikan deposito pada dan dari lembaga keuangan lainnya; dan
  3. 3.      pemberian dan pelunasan uang muka dan pinjaman kepada nasabah.

7.         Arus Kas dalam Mata Uang Asing

Arus kas yang berasal dari transaksi mata uang asing harus dibukukan dalam mata uang fungsional entitas dengan mengalikan jumlah mata uang asing tersebut dengan nilai tukar antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi arus kas.

Arus kas entitas anak di luar negeri dijabarkan berdasarkan nilai tukar antara mata uang fungsional dengan mata uang asing pada tanggal transaksi arus kas.

Arus kas dalam mata uang asing dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan PSAK 10: Transaksi dalam Mata Uang Asing. Pernyataan tersebut memperkenankan digunakannya suatu nilai tukar yang mendekati nilai tukar aktual. Sebagai contoh, nilai tukar rata-rata untuk periode yang bersangkutan dapat digunakan untuk membukukan transaksi dalam mata uang asing atau penjabaran arus kas entitas anak di luar negeri. Akan tetapi, PSAK 10 tidak mengizinkan digunakannya nilai tukar pada akhir periode pelaporan untuk menjabarkan laporan

arus kas anak entitas luar negeri.

Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi yang timbul akibat perubahan nilai tukar mata uang asing bukan merupakan arus kas. Namun demikian, pengaruh perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas dalam mata uang asing dilaporkan dalam laporan arus kas untuk merekonsiliasikan saldo awal dan akhir dari kas dan setara kas. Jumlah selisih kurs tersebut disajikan terpisah dari arus kas aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, dan termasuk perbedaan, jika ada, seandainya arus kas tersebut telah dilaporkan dengan nilai tukar pada akhir periode.

8.         Bunga dan Dividen

Arus kas dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan, masing-masing harus diungkapkan secara terpisah. Masing-masing harus diklasifi kasi secara konsisten antar periode sebagai salah satu dari aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan.

Jumlah bunga yang dibayar selama suatu periode diungkapkan dalam laporan arus kas baik yang telah diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi maupun yang dikapitalisasi sesuai PSAK No. 26: Biaya Pinjaman.

Bunga yang dibayar dan bunga serta dividen yang diterima oleh lembaga keuangan biasanya diklasifi kasikan sebagai arus kas operasi. Namun demikian, bagi entitas lainnya belum ada kesepakatan mengenai klasifi kasi arus kas ini. Bunga yang dibayarkan dan bunga serta dividen yang diterima dapat diklasifi kasi sebagai arus kas operasi karena mempengaruhi laba atau rugi. Sebagai alternatif, bunga yang dibayar dan bunga serta dividen yang diterima dapat diklasifi kasi, masing-masing sebagai arus kas pendanaan dan arus kas investasi karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan atau sebagai hasil investasi (return on investments).

Dividen yang dibayar dapat diklasifi kasi sebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehan sumber daya keuangan. Sebagai alternatif, dividen yang dibayar dapat diklasifi kasi sebagai komponen arus kas dari aktivitas operasi dengan maksud membantu para pengguna laporan dalam menilai kemampuan entitas membayar dividen dari arus kas operasi.

9.         Pajak Penghasilan

Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan harus diungkapkan secara terpisah dan diklasifi kasi sebagai arus kas dari aktivitas operasi kecuali jika secara spesifik dapat diidentifi kasikan sebagai aktivitas pendanaan dan investasi.

Pajak penghasilan dikenakan atas transaksi yang menghasilkan arus kas yang diklasifi kasikan sebagai aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan dalam laporan arus kas. Walaupun beban pajak penghasilan (tax expense) dapat dengan mudah diidentifi kasikan dengan aktivitas investasi atau pendanaan, arus kas yang bersangkutan sering kali tidak mudah diidentifi kasi dan dapat terjadi dalam periode yang berbeda dengan transaksi arus kas yang mendasarinya. Oleh karena itu, pajak yang dibayar biasanya diklasifi kasikan sebagai arus kas dari aktivitas operasi. Namun demikian, jika arus kas pajak tersebut dapat diidentifi kasikan dengan transaksi individual yang menimbulkan arus kas yang bersangkutan, maka arus kas tersebut diklasifi kasi sebagai aktivitas pendanaan atau investasi, sesuai dengan jenis aktivitas tersebut. Apabila arus kas pajak dialokasikan pada lebih dari satu jenis aktivitas, maka jumlah keseluruhan pajak yang dibayar harus diungkapkan.

10.   Investasi pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi, dan Ventura Bersama

Apabila akuntansi untuk investasi pada entitas asosiasi atau entitas anak dibukukan dengan menggunakan metode ekuitas atau metode biaya perolehan, maka investor membatasi pelaporannya dalam laporan arus kas hanya pada arus kas yang terjadi antara investor dan investee, misalnya jumlah dividen dan uang muka yang diterima.

Entitas yang melaporkan kepemilikannya dalam pengendalian bersama entitas (lihat PSAK 12: Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama) menggunakan konsolidasi proporsional, melaporkan dalam laporan arus kas konsolidasinya bagian proporsional dari arus kas atas entitas yang dikendalikan bersama. Entitas yang melaporkan kepemilikannya menggunakan metode ekuitas melaporkan dalam laporan arus kas, arus kas atas investasinya dalam entitas yang dikendalikan bersama, dan distribusi dan pembayaran lain atau penerimaan antara entitas dan entitas yang dikendalikan bersama.

11.   Perubahan Kepemilikan dalam Entitas Anak dan Unit Bisnis lainnya

Keseluruhan arus kas yang berasal dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak atau unit bisnis lainnya harus disajikan secara terpisah dan diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

Entitas harus mengungkapkan hal-hal berikut secara keseluruhan, sehubungan dengan perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan unit bisnis lainnya selama satu periode:

  1. 1.      jumlah harga yang dibayarkan atau diterima;
  2. 2.      bagian dari harga yang merupakan kas dan setara kas;
  3. 3.      jumlah kas dan setara kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana pengendalian diperoleh atau dilepaskan; dan
  4. 4.      jumlah aset dan laibilitas selain kas atau setara kas pada entitas anak atau bisnis lainnya dimana pengendalian diperoleh atau dilepaskan, diikhtisarkan berdasarkan kategori utamanya.

Penyajian tersendiri pengaruh arus kas dari perolehan dan kehilangan pengendalian atas entitas anak dan bisnis lainnya sebagai suatu pos tunggal, bersama-sama dengan pengungkapan tersendiri atas jumlah aset dan laibilitas yang diperoleh atau dilepaskan, akan membantu membedakan arus kas tersebut dengan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan lainnya. Pengaruh arus kas atas kehilangan pengendalian tidak boleh dikurangkan dari arus kas untuk memperoleh pengendalian.

Jumlah keseluruhan kas yang dibayarkan atau diterima untuk memperoleh atau atas kehilangan pengendalian entitas anak atau bisnis lainnya dilaporkan dalam laporan arus kas, berdasarkan kas dan setara kas bersih dari yang diperoleh atau dilepaskan sebagai bagian dari transaksi, peristiwa atau perubahan lingkungan.

Arus kas yang timbul dari perubahan kepemilikan atas entitas anak karena kehilangan pengendalian harus diklasifikasikan sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan.

12.   Transaksi Nonkas

Transaksi investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan kas atau setara kas tidak termasuk dalam laporan arus kas. Transaksi semacam itu harus diungkapkan pada bagian lain dalam laporan keuangan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaan tersebut.

Beberapa aktivitas investasi dan pendanaan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap arus kas periode berjalan meskipun mempengaruhi struktur aset serta modal entitas. Tidak dimasukkannya transaksi nonkas dalam laporan arus kas ini konsisten dengan tujuan laporan arus kas sebab transaksi tersebut tidak mempengaruhi arus kas dalam periode berjalan.

Beberapa contoh transaksi nonkas adalah:

  1. 1.      perolehan aset secara kredit atau melalui sewa pembiayaan (fi nance lease);
  2. 2.      akuisisi entitas melalui emisi saham; dan
  3. 3.      konversi utang menjadi modal.

13.   Komponen Kas dan Setara kas

Entitas mengungkapkan komponen kas dan setara kas serta menyajikan rekonsiliasi jumlah tersebut dalam laporan arus kas dengan pos yang sama yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.

Oleh karena keanekaragaman praktik pengelolaan kas dan perbankan dan agar sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan, entitas harus mengungkapkan kebijakan dalam menentukan komponen kas dan setara kas.

Pengaruh setiap perubahan dalam kebijakan untuk menentukan komponen kas dan setara kas seperti misalnya perubahan dalam klasifi kasi instrumen keuangan yang sebelumnya diperlakukan sebagai bagian dari portofolio investasi entitas, dilaporkan sesuai dengan PSAK Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi dan Kesalahan.

14.   Pengungkapan Lainnya

Entitas mengungkapkan jumlah saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan oleh grup usaha, beserta komentar manajemen.

Dalam keadaan tertentu saldo kas dan setara kas yang dimiliki oleh entitas tidak dapat digunakan oleh grup entitas. Misalnya, saldo kas dan setara kas milik entitas anak yang beroperasi di suatu negara yang memberlakukan kontrol lalu lintas devisa atau pembatasan hukum lainnya sehingga saldo kas tersebut tidak dapat digunakan oleh entitas induk atau entitas anak lainnya.

Informasi tambahan yang relevan mungkin berguna dalam memahami posisi keuangan dan likuiditas entitas. Pengungkapan informasi ini, bersama dengan komentar manajemen, dianjurkan dan mencakup:

  1. 1.      jumlah fasilitas pinjaman yang belum digunakan yang mungkin tersedia untuk aktivitas operasi masa depan dan untuk menyelesaikan komitmen modal, dengan mengindikasikan pembatasan penggunaan fasilitas ini;
  2. 2.      jumlah keseluruhan arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang terkait dengan kepemilikan dalam ventura bersama yang dilaporkan dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional;
  3. 3.      jumlah keseluruhan arus kas yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasi yang terpisah dari arus kas yang diperlukan untuk mempertahankan kapasitas operasi; dan
  4. 4.      jumlah arus kas yang timbul dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dari setiap segmen yang dilaporkan (lihat PSAK 5: Pelaporan Segmen).

Pengungkapan terpisah arus kas yang mencerminkan peningkatan kapasitas operasi dan arus kas yang diperlukan untuk mempertahankan kapasitas operasi berguna bagi pengguna untuk menentukan apakah entitas melakukan investasi secara memadai dalam pemeliharaan kapasitas operasinya. Entitas yang tidak berinvestasi secara memadai dalam pemeliharaan kapasitas operasinya mungkin akan merugikan profi tabilitas dimasa yang akan datang, hanya untuk mempertahankan likuiditas dan distribusi untuk pemilik pada saat ini.

Pengungkapan arus kas secara segmen memungkinkan pengguna untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara arus kas bisnis keseluruhan dan komponennya dan ketersediaan serta keragaman arus kas secara segmen.


C.     CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN LAPORAN ARUS KAS

1.         Soal 1

Kegiatan operasi adalah transaksi yang berpengaruh pada net income, sementara itu kegiatan investasi adalah transaksi yang mengakibatkan bertambah atau berkurangnya investasi pada harta tidak lancar serta kegiatan pendanaan/keuangan adalah transaksi yang mempengaruhi besarnya hutang jangka panjang dan kepentingan pemilik perusahaan. Anda diminta untuk :

  1. 1.      Menentukan apakah masing-masing transaksi di bawah ini merupakan kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
  2. 2.      Menentukan apakah telah terjadi penambahan atau pengurangan atau tidak memepengaruhi kas perusahaan.


No.

Transaksi

Jenis Kegiatan

Pengaruh-nya

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Membayar biaya sewa ruangan

Membayar dividen kepada pemilik

Membayar gaji karyawan

Membeli barang dagangan dan membayar harga barang

Menjual barang dan menerima hasilnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya

Membeli aktiva tetap dan membayarnya dengan mengeluarkan saham

Menjual saham perusahaan di atas harga nominal

Membayar bunga pinjaman obligasi

Meminjam uang dari bank

Membayar hutang obligasi

Membayar hutang dagang

Jawab:

Metode Tidak Langsung

PT ABC
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007
(dalam Rupiah)
  Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :  
Laba bersih menurut laporan laba rugi 90.500
Ditambah :
Biaya depresiasi 18.000
Penurunan persediaan kantor 8.000
Kenaikan hutang jangka pendek 16.800
Kenaikan hutang biaya 1.200
44.000
Dikurangi :
Kenaikan biaya dibayar dimuka 1.000
Kenaikan piutang usaha 9.000
Penurunan hutang pajak 1.500
Laba penjualan aktiva tetap 30.000
41.500
Aliran kas bersih dari kegiatan operasi 93.000
  Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :  
Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi 75.000
Kas keluar untuk membeli peralatan (157.000)
(82.000)
Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi
  Aliran kas dari kegiatan keuangan :  
Kas yang diterima dari penjualan saham 160.000
Dikurangi :
Kas untuk membayar dividen 23.000
Kas untuk membayar hutang obligasi 125.000
148.000
Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan 12.000
Kenaikan kas 23.000
Saldo kas pada awal tahun 26.000
Saldo kas pada akhir tahun 49.000

Jika kita amati contoh di atas, terlihat bahwa perbedaan antara metode langsung dengan metode tidak langsung terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi, sementara itu baik aliran kas dari kegiatan investasi dan keuangan adalah sama penyajiannya.

2.         Soal 2

Informasi tberikut relevan untuk penyusunan laporan arus kas:

  1. 1.      semua saham entitas anak diperoleh dengan harga Rp 590.

Nilai wajar aset yang diperoleh dan laibilitas diasumsikan sebagai berikut:

Persediaan Rp 100

Piutang usaha Rp 100

Kas Rp 40

Aset tetap RP 650

Utang usaha Rp 100

Utang jangka panjang Rp 200

  1. 2.      Rp 250 diperoleh dari penerbitan modal saham dan Rp 250 diperoleh dari pinjaman jangka panjang.
  2. 3.      beban bunga Rp 400, dan telah dibayar sebesar Rp 170 selama periode tersebut, Rp 100 yang merupakan beban bunga periode sebelumnya juga dibayar selama periode tersebut.
  3. 4.      dividen yang dibayarkan Rp 1.200.
  4. 5.      utang pajak pada awal dan akhir periode masing-masing sebesar Rp 400 dan 1000. Selama periode disisihkan Rp 200 untuk tambahan pajak. Pajak yang terutang dari dividen yang diterima berjumlah Rp 100.
  5. 6.      selama periode, entitas memperoleh aset tetap dengan harga Rp 1.250, Rp 900 diperoleh dengan sewa. Pembayaran kas sebesar Rp 350 untuk pembelian aset tetap.
  6. 7.      pabrik dengan nilai buku Rp 80 dan akumulasi penyusutan Rp 60 dijual harga Rp 20.
  7. 8.      piutang usaha pada akhir 20X2 termasuk bunga piutang sebesar Rp 100.

Laporan laba rugi komprehensif konsolidasi untuk periode yang berakhir 20X2 (a)

Pendapatan 30,650

Harga pokok penjualan (26,000)

Laba bruto 4,650

Penyusutan (450)

Beban administrasi dan penjualan (910)

Beban bunga (400)

Penghasilan investasi 500

Kerugian selisih kurs (40)

Laba sebelum pajak 3,350

Pajak penghasilan (300)

Laba 3,050

(a) entitas tidak mengakui setiap komponen pendapatan komprehensif lain pada periode yang berakhir 20X2

Laporan posisi keuangan konsolidasi pada akhir tahun 20X2.

20X2 20X1

Aset

Kas dan setara kas 230 160

Piutang usaha 1,900 1,200

Persediaan 1,000 1,950

Investasi surat berharga 2,500 2,500

Aset tetap (harga perolehan) 3,730 1,910

Akumulasi penyusutan (1,450) (1,060)

Aset tetap (bersih) 2,280 850

T20X2 20X1

Laibilitas

Utang usaha 250 1,890

Utang bunga 230 100

Utang pajak penghasilan 400 1,000

Utang jangka panjang 2,300 1,040

Total kewajiban 3,180 4,030

Ekuitas

Modal saham 1,500 1,250

Saldo laba 3,230 1,380

Total ekuitas 4,730 2,630

Total laibilitas dan ekuitas 7,910 6,660

Jawab:

Metode langsung laporan arus kas (paragraf 18 (a)) 20X2

Arus kas dari aktivitas operasi

Penerimaan kas dari pelanggan 30,150

Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (27,600)

Kas yang dihasilkan operasi 2,550

Pembayaran bunga (270)

Pembayaran pajak penghasilan (900)

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi 1,380

Arus kas untuk aktivitas investasi

Akuisisi entitas anak X dengan kas (catatan A) (550)

Pembelian Aset tetap (catatan B) (350)

Hasil dari penjualan peralatan 20

Penerimaan bunga 200

Penerimaan dividen 200

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investasi (480)

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham 250

Hasil dari pinjaman jangka panjang 250

Pembayaran utang sewa pembiayaan (90)

Pembayaran dividen(a) (1,200)

Arus kas bersih dari(untuk) aktivitas pendanaan) (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas 110

Kas dan setara kas pada awal periode (catatan c) 120

Kas dan setara kas pada akhir periode (catatan c) 230

(a) hal ini dapat juga dilaporkan sebagai arus kas operasi

total aset 7,910 6,660

Metode tidak langsung pernyataan arus kas (paragraf 18 (b))

20X2

Arus kas dari aktivitas operasi

Laba sebelum pajak 3,350

Penyesuaian untuk:

Penyusutan 450

Kerugian selisih kurs 40

Pendapatan investasi (500)

Beban bunga 400

Kenaikan piutang usaha dan piutang lain (500)

Penurunan persediaan 1,050

Penurunan utang usaha (1,740)

Kas yang dihasilakn dari operasi 2,550

Pembayaran bunga (270)

Pembayaran pajak penghasilan (900)

Arus kas (bersih) dari aktivitas operasi) 1,380

Arus kas untuk aktivitas investasi

Akuisisi entitas anak X dengan kas (catatan A) (550)

Pembelian Aset tetap (catatan B) (350)

Hasil dari penjualan peralatan 20

Penerimaan bunga 200

Penerimaan dividen 200

Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas investasi

(480)

Arus kas dari aktivitas pendanaan

Hasil dari penerbitan modal saham 250

Hasil dari pinjaman jangka panjang 250

Pembayaran utang sewa pembiayaan (90)

Pembayaran dividen(a) (1,200)

Arus kas bersih dari(untuk) aktivitas pendanaan) (790)

Kenaikan bersih kas dan setara kas 110

Kas dan setara kas pada awal periode (catatan c) 120

Kas dan setara kas pada akhir periode (catatan c) 230

(a) hal ini dapat juga dilaporkan sebagai arus

kas operasi

Catatan pada laporan arus kas (metode langsung dan metode tidak langsung)

  1. 1.      Perolehan pengendalian atas entitas anak

Selama periode ini entitas memperoleh pengendalian atas entitas anak X. Nilai wajar aset yang diperoleh dan kewajiban diasumsikan sebagai berikut:

Kas 40

Persediaan 100

Piutang usaha 100

Aset tetap 650

Utang usaha (100)

Utang jangka panjang (200)

Total harga beli 590

Dikurangi: Kas dari X (40)

Arus kas bersih untuk

Memperoleh pengendalian 550

  1. 2.      Aset tetap

Selama periode ini, entitas memperoleh aset tetap dengan nilai total Rp 1.250 dimana Rp 900 diantaranya diperoleh melalui pembiayaan. Pembayaran kas untuk perolehan ini adalah sebesar Rp 350.

  1. 3.      Kas dan setara kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas di tangan dan saldo bank, serta investasi dalam instrumen pasar uang. Kas dan setara kas dalam laporan arus kas meliputi jumlah-jumlah dalam laporan posisi keuangan berikut ini:

20X2 20X1 Kas dan bank 40 25 Investasi jangka pendek 190 135 Kas dan setara kas yang

dilaporkan sebelumnya 230 160 Pengaruh perubahan nilai tukar valuta – (40) Kas dan setara kas dinyatakan kembali 230 120 Kas dan setara kas pada akhir periode meliputi rekening deposito

bank sebesar Rp 100 yang dipegang oleh entitas anak dan tidak dapat digunakan dengan bebas oleh holding company karena adanya pembatasan arus valuta. Kelompok entitas ini mempunyai fasilitas pinjaman sebessar Rp 2,000, Rp 700 diantaranya hanya dapat digunakan untuk ekspansi dimasa depan.

  1. 4.      Informasi segmen

Segmen A Segmen B Total

Arus kas dari:

Aktivitas operasi 1.520 (140) 1.380

Aktivitas investasi (640) 160 (480)

Aktivitas pendanaan (570) (220) (790)

310 (200) 110

Alternatif penyajian (metode tidak langsung)

Sebagai alternatif, dalam laporan arus kas dengan metode tidak langsung, laba operasi sebelum perubahan modal kerja kadang-kadang disajikan sebagai berikut:

Pendapatan diluar

pendapatan investasi 30,650

Biaya operasi diluar penyusutan (26,910)

Laba operasional sebelum perubahan modal kerja 3,740


Comments are closed.